5 Tips Mudah Merawat Septic Tank Agar Awet dan Tidak Cepat Penuh
Langkah cerdas menjaga ekosistem bakteri pengurai dalam septic tank tetap aktif dan saluran pembuangan mengalir bebas hambatan.
Tim Ahli Sanitasi KlinikWC
Pakar Sanitasi & Perpipaan Jabodetabek
1. Hindari Menuangkan Karbol atau Pemutih Berlebihan ke Kloset
Cairan pembersih lantai berbasis klorin pekat atau desinfektan kimiawi bersifat bakterisida, yang artinya membunuh semua bakteri termasuk bakteri baik (anaerobik) di dalam septic tank.
Bila populasi bakteri pengurai mati, kotoran tinja yang masuk tidak akan hancur menjadi cairan melainkan langsung menumpuk menjadi gundukan padat yang cepat memenuhi tangki.
- Gunakan pembersih kloset dengan formula biodegradable yang ramah lingkungan.
- Cukup bersihkan mangkuk kloset tanpa mengguyurkan cairan kimia pekat dalam galon ke lubang pembuangan.
2. Tambahkan Probiotik / Bakteri Pengurai Berkala
Setiap 6 bulan sekali, Anda bisa memasukkan serbuk bakteri pengurai organik (tersedia luas di toko perkakas) ke dalam kloset dan menyiramnya sebelum tidur malam. Ini membantu mempercepat proses pencairan endapan lumpur secara alami.
3. Atur Penggunaan Air Siraman (Water Efficient)
Debit air siraman yang terlalu berlebihan dalam waktu singkat dapat mengaduk dasar lumpur septic tank dan mendorong kotoran padat yang belum terurai masuk ke pipa resapan, mengakibatkan pori-pori tanah tersumbat.
4. Jangan Buang Minyak Goreng Bekas ke Saluran Air
Minyak jelantah yang diguyur ke wastafel akan terbawa ke saluran buang dan mendingin menjadi lapisan lemak tebal kedap air yang melapisi dinding resapan septic tank.
Mengalami Masalah yang Sama di Rumah?
Jangan biarkan kian parah. Tim teknisi KlinikWC siap membantu penanganan cepat untuk Sedot Septic Tank di seluruh Jabodetabek.
